Kamis, 13 Oktober 2011

cerita bersambung


      Pagi ini Tiwi bangun dengan agak malas-malasan ,  maklum  semalam ia habis bermain sama teman-temannya menghabiskan malam minggu.  Memang selama tiga hari terakhir ini ia agak melupakan permasalahannya dengan cowoknya, ia lebih bersama teman-teman perempuannya, disana ia biasa curhat tentang cowoknya yang terlalu posesif , terlalu mengekang dirinya. Sebentar-bentar ia diSMS ,‘lagi dimana beib’  ‘ obatnya dah diminum belum?’  ‘ tidurnya jangan malam-malam ya!’ , dan segudang pertanyaannya yang kadang  buat ia muak. Tiwi sejak kecil memang sudah ditinggal oleh ayahnya .Ayahnya meninggal ketika dalam perjalanan pulang dari dinas kerja, sejak saat itu tiwi kecil hanya mengenal ibunya sebagai tempat bersandar. Ketika ia mengenal  Erick, sebagai lelaki yang baik dan ramah serta sifat-sifat baik lainnya yang banyak didamba oleh banyak wanita sebagai seorang pacar yang ideal,membuat hidup Tiwi berubah ,ia merasa telah menemukan belahan jiwanya. Tapi itu hanya awal-awal pertemuannya saja, selama tiga tahun pacaran kadang lebih banyak sedihnya ketimbang senang pacaran dengan  Erick.
                “pagi Tiwi !” sapa Dewi teman sekamarnya, “sana cuci muka dulu!, gue dah bikinin sarapan pagi buat elo ,jangan sampe gak dimakan”
 “iya pasti gue makan, emang elo bikin apaan sie?”
  “gue bikin nasi goreng spesial tanpa vetsin , khusus buat elo“
“ thank’s ya dew! “
“ yoi ! “

***    

“Dewiiiiiiiiiiiiii…!!! “
“ kenapa?”
“ elo liat file gue gak di folder komputer ini? , mampus gue! , bisa gantung diri gue kalo tugas dari pak Arif bisa ilang “
“jangan panik  dulu donk, elo cari dulu, pelan – pelan, jangan buru-buru , masih ada “
“ gimana gue gak panik , gue dah berulang-ulang kali cari , tapi tetep gak ada !? ”
“emang file apa sih? “
“ itu tugas paper gue buat  besok, gue ngerjainnya aja sampe seminggu , tapi sekarang ilang…”
“tenang ..tenang .. gw pasti bantu nyari “
Gubraaaaaakkkk….
Dah sekitar dua jam nongkrong didepan Komputer, ngutak-ngatik setiap sudut yang ada di partisi hardisk tapi gak ketemu-ketemu, Dewi sama Tiwi dah kaya orang yang berjalan diatas padang pasir, keringat bercucuran, mirip orang abis makan mie ayam yang pedesnya gak ketulungan. Tapi berhubung Dewi itu orang yang pantang menyerah, ia terus nyari, sampe-sampe dia pusing sendiri. 
Sial dah jadi makanan sehari-hari  Tiwi , Kasihan Tiwi .

***
Sudah berulang kali Tiwi menghadapi kesialan, dan berbagai macam cobaan dan masalah, mungkin Tiwi harus Ruwatan,(macam orang jawa aja, padahal gk ada jawa-jawanya dia,hehe) menurut kepercayaan orang jawa ,orang yang banyak ketiban sial harus ruwatan biar hilang itu sialnya.Tapi Tiwi menolak ,ia adalah orang yang gak terlalu suka hal-hal yang berbau mistis, karena menurut dia di zaman modern seperti  ini hal yang kayak gitu gak layak diperbincangkan, itu bahasan orang-orang primitive, ia lebih suka membahas tentang masa depan, karena ia berprinsip hidup itu harus melihat ke depan jangan ke belakang, boleh melihat ke belakang tapi hanya sesekali. Ia akan lebih antusias cerita kapan mau kawin, entar kalo dah kawin mau punya anak berapa, namanya siapa, ntar kalo dia udah agak gedean mau di sekolahin dimana, kira-kira cocok mana ya, antara tipe rumah mediterania apa yang klasik minimalis, hal-hal yang ia anggap jadi sebuah cita-cita bagi dia.

***

Waktu pun berselang begitu lama,kini ia tak pacaran lagi sama erick, ia sudah membuang jauh-jauh segala sesuatu  yang berhubungan langsung dengan Erick ,ia lebih menyukai  kesendiriannya sebagai seorang gadis yang lugu dan penuh dgan keceriaan.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar